Rabu, 02 April 2014

kamis minggu lalu

aku berada di antara cerita saat bersama sahabatku, cerita yang sangat mengasyikkan bagiku...cerita....tentang kamu..ditengah ceritaku, saat melewati samping balairung kampus kita, aku berharap untuk bisa melihat sosokmu. dan tak berapa lama setelah aku berkata seperti itu, kamu berjalan dari arah belakang balairung. aku seperti salah tingkah. terdiam aku sambil tetap berjalan, dan entah kenapa gravitasi tubuhku seakan ingin membalikkan badanku untuk sekedar melihatmu, lebih jelas.
kamu berjalan...sendirian...menuruni tangga, menuju ke tempat dimana aku menyukai keberadaanmu disana dan aku bisa memandangimu disitu dengan segala aktifitasmu...sepuasnya...dari kejauhan.
hanya itu...dan selalu hal sejenis itu yang bisa ku lakukan agar tetap bisa
melihatmu, senyumanmu...meski sebatas emotikon di sosial media, yang bukan tertuju padaku...tentunya.
entahlah...aku tak pandai menyembunyikan perasaanku.

astaghfirullah...
dosakah aku? zina kah itu? kata guru agama sma, itu termasuk zina mata. naudzubillah :/
kan aku nggak tau ya. tapi menurutku sih tergantung pandangan sendiri sih.

antara mata dan hati, apakah mata memandanginya dengan nafsu atau hati ingin melihatnya melalui mata?

Sabtu, 22 Maret 2014

Mungkin

Mungkin aku terlalu banyak bercerita, hingga aku sendiri bingung tentang apa yang ku ceritakan. Kesana kemari, berkilah mencari kata. Padahal bukan itu niatannya. Aku hanya bingung kepada siapakah tepatnya aku harus mengadu jika bukan pada Tuhanku...Allah SWT...
Dialog ku dengan-Nya belum bisa disebut komunikasi dua arah. Malah kadang aku seperti hilang arah.
Ya Allah...hamba-Mu ingin sekali dekat dengan-Mu, karna memang hanya Engkau satu-satunya yang bisa mengerti. Sehingga tiada lagi hamba perlu berkeluh kesah pada mereka sesama hamba-Mu juga. Cukup Engkau bagiku, Ya Allah Ya Rabb...
Entah ini doa atau apa...Surat atau bukan...Bahkan tanpa menulispun Engkau pasti tahu. Bukannya aku ingin cari perhatian selain dari-Mu, tapi aku juga ingin mereka tahu, aku juga ingin dia tahu.
Ah...entahlah...Mungkin saja dia sudah tahu apa yang ku maksud. Ingin rasanya aku ungkapkan saja perasaan ini, tapi mereka bilang jangan...jangan...Biarkan ku menikmati prosesnya, biarkan waktu yang membantu membukanya perlahan, begitu kata mereka.
Ya Allah...Mungkin ini cara-Mu menunjukkan padaku bahwa Engkau mendengar, merasakan dan sangat tahu. Namun aku bingung apa artinya ini semua. Salahkah aku jika bersikap demikian, jika bertingkah demikian? Apakah aku sebenarnya yang kurang peka? Kurang peka akan jawaban dari-Mu...
Ah...entahlah...
Mungkin...

Jumat, 21 Maret 2014

Lagi dan Lagi ...

Terakhir nulis 14 November 2013...duuuuh sedih juga ya jadi blog ini, dianggurin sama yang punya :' Maaf ya blog.
Seharusnya kamulah yang menjadi luapan keduaku setelah Tuhanku...tapi seringnya dipendem sendiri atau nyampah ke orang lain. Mungkin habis ini aku bakal sering meluap - luap ke kamu. Mungkin iya...Mungkin enggak. Hehehe